Deskripsi diri sebagai manusia dan contoh permasalahan sosial di Indonesia -Tugas (2) Ilmu Budaya Dasar
- Deskripsi diri sebagai manusia individu, dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal dan dalam lingkungan mahasiswa
1. Manusia sebagai makhluk individu
Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah
kelompk individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi prosesnya
memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya. Setiap individu memiliki
kepribadian yang berbeda satu dengan yang lainnya, begitu juga dengan saya.
Saya mempunyai kepribadian yang terkadang ceria, aktif dan semangat. Tetapi
saya juga dapat menjadi pribadi yang pendiam. Sebagai makhluk individu saya
sadar bahwa tidak semua orang dapat suka dengan kepribadian yang saya miliki.
Maka dari itu saya selalu berusaha untuk menjadi individu yang lebih baik
dengan cara merubah sifat-sifat buruk yang saya miliki.
2.
Manusia dalam keluarga
Keluarga adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang
yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri
dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan,
kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut. Di dalam keluarga saya,
saya merupakan anak ke sembilan dari sembilan bersaudara. Kakak saya yang ke lima
sudah meninggal ketika dia masih kecil. Walaupun saya sebagai anak bungsu, lingkungan
keluarga saya tidak membebani saya harus sama seperti kakak-kakak saya. Saya
sangat bersyukur menjadi anak bungsu karena saya bisa banyak bertanya dan
belajar berbagai hal dari setiap kakak saya yang lebih banyak memliki
pengalaman kehidupan. Di lingkungan keluarga saya juga terbiasa bergantian
membagi tugas dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Saya biasanya menyapu dan
mengepel ruang tamu dan kamar saya, mengantar ayah ke kantor, mengantar ibu ke
pasar dan lain-lain. Di dalam keluarga saya selalu berusaha untuk berguna dan
menjadi lebih baik di banding kakak-kakak saya untuk membanggakan keluarga
saya. Karena bagi saya keluarga adalah alasan terbesar saya untuk menjadi
orang sukses dan berguna bagi orang lain.
3.
Manusia dalam lingkungan tempat tinggal
Manusia adalah makhluk sosial sehingga kita tidak dapat
hidup sendiri, tetapi kita hidup bermasyarakat. Masyarakat adalah suatu
kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat
istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Dalam bermasyarakat kita
harus saling menghargai dan menghormati antar tetangga. Membantu tetangga jika
membutuhkan bantuan sesuai dengan kemampuan kita. Tidak menganggu kenyamanan
antar tetangga. Jika kita memiliki tetangga yang kekurangan dalam hal ekonomi
pastikan mereka tidak kelaparan sedangkan kita memiliki makanan berlebih yang
bisa kita berikan. Untuk menjaga keharmonisan antar tetangga saya biasanya
memberi salam dan menyapa ketika bertemu di luar rumah.
4.
Manusia dalam lingkungan mahasiswa
Dalam lingkungan kampus, setiap mahasiswa saling
berinteraksi satu sama lain. Hal ini terlihat dari adanya organisasi-organisasi
dan kegiatan-kegiatan kemasiswaan lainnya yang mengharuskan setiap mahasiswa
melakukan interaksi sosial. Melalui kegiatan-kegiatan di atas setiap mahasiswa
mencoba untuk menyesuaikan diri, identitas dan tetap menjaga prinsip diri
mereka agar mereka dapat mengambil sisi positif dan membuang sisi negatif dari
setiap kegiatan tersebut. Sebagai individu di lingkungan mahasiswa saya memliki
tugas untuk menjaga nama baik diri saya sebagai seorang mahasiswa dan nama baik
kampus serta berperan aktif dalam kegiatan yang ada. Saya juga harus dapat
beradaptasi, saling menghargai dan tolong-menolong antar sesama agar tercipta
suasana yang nyaman di lingkungan mahasiswa.
- Contoh permasalahan sosial di
Indonesia yang bisa terjadi karena beberapa aspek. Bagaimana permasalahan itu
muncul dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
PENGANGGURAN
Pengangguran
merupakan salah satu masalah sosial yang sangat besar di Indonesia.
Pengangguran terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah karena
persaingan dari sumber daya manusia. Persaingan ini terjadi dalam hal mencari
lapangan pekerjaan. Biasanya orang yang tidak memiliki pendidikan yang cukup
akan kalah dengan orang yang memiliki pendidikan tinggi. Banyak para pencari
pekerja menjadikan pendidikan sebagai syarat utama dalam membuka lowongan
pekerjaan.
Hal
tersebutlah yang menjadi faktor pengangguran faktor pengangguran jadi masalah
sosial. Sama dengan kemiskinan, pengangguran selalu meningkat dari tahun ke
tahun. Faktor lainnya yang menyebabkan pengangguran adalah karena masyarakat
tidak produktif.
Jika
dibiarkan terus-menerus, pengangguran akan menimbulkan masalah baru. Harus ada
solusi untuk masalah ini. Salah satu solusi yang tepat adalah dengan
menciptakan pelatihan kerja. Pelatihan kerja supaya orang-orang yang menganggur
tidak kalah dalam hal keterampilan dengan masyarakat produktif lain. Hal lain
yang dapat dilakukan adalah dengan membuka banyak lowongan pekerjaan. Akan
tetapi, lowongan yang tersedia tidak hanya mengandalkan pendidikan yang tinggi
dan banyak pengalaman. Maka itu tidak akan
memecahkan masalah pengangguran ini.
Komentar
Posting Komentar